Sejarah Kota Makassar

Sejarah Kota Makassar

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah bangsa besar yang memiliki Sejarah perkembangan kota yang panjang. Untuk memenuhi kebutuhan informasi akan wawasan sejarah, berikut kumpulsebar memaparkan kembali Sejarah beberapa kota di Indonesia. Salah satunya Sejarah Kota Makassar.

SEJARAH KOTA MAKASSAR

Kota Makassar adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berada pada Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai kawasan yang sejak lahir telah menjadi pusat aktifitas sosial ekonomi masyarakat, Kota Makassar pun telah didaulat menjadi Ibukota jauh sebelum Provinsi Sulawesi selatan hadir.

Dalam sejarah, Kota Makassar adalah kota yang lahir dari distrik yang berlokasi sangat strategis di Muara Sungai Tallo. Karena pada masa itu Jalur perdagangan jarak jauh hanya bisa ditempuh melalui laut, Bandar Makassar menjadi lokasi strategis untuk jadi pusat perdagangan dikawasan selatan pulau sulawesi.

Berikut pemaparan Sejarah Kota Makassar dari masa ke masa mulai dari wilayah, pemerintahan, hingga ekonomi politik yang senantiasa menghiasi pertumbuhan kota makassar sebagai pusat perdagangan dunia.

Sejarah Wilayah Kota Makassar

Kota Makassar pada awalnya hanya sebuah Bandar (Pusat Jual-beli/pasar) di Pelabuhan perdagangan yang terletak di Muara Sungai Tallo pada penghujung abad ke-15 (sekitar tahun 1600-an). Meski Bandar Makassar berada di wilayah Kerajaan Tallo namun dalam kendali Kerajaan Siang karena Kerajaan Tallo masih berada dibawah Kekuasaan Kerajaan Siang.

Pertengahan Abad ke-16. Kerajaan Tallo berseketu dengan Kerajaan Gowa dan melepaskan diri dari Kerajaan Siang lalu mengambil alih Bandar Makassar secara penuh.

Dibawah kendali Kerajaan Gowa-Tallo, Bandar Makassar dipindahkan dari Muara Sungai Tallo karena terjadi pendangkalan ke Muara Sungai Jeneberang. Pada Masa itupula Benteng Somba Opu Mulai dibangun yang sekitar seratus tahun kemudian menjadi Pusat Pemerintahan yang mengatur wilayah perdagangan dari Muara Jeneberang hingga Muara Sungai Tallo.

Pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-16, Benteng Pannyua (sekarang bernama benteng Fort-Rotterdam) didirikan sebagai Benteng untuk mengawasi dan mengatur perdagangan bandar makassar yang mulai sangat sibuk menjadi pusat perdangan lokal dan internasional.

Bandar Makassar sangat terkenal sebagai kota niaga dan dihuni lebih dari 100.000 jiwa pada masa itu hingga menempatkan Makassar sebagai Kota terbesar ke-20.

Sejarah Pemerintahan Kota Makassar

Pemerintahan Zaman Kerajaan
Bandar Makassar adalah pelabuhan yang berada dalam kekuasaan kerajaan Siang (pangkajene), Kerajaan Gowa-Tallo yang beraliansi mulai melepaskan diri dan mulai melakukan penaklukan banyak kerajaan lainnya di Sulawesi.

Ketika Bandar Makassar sudah berada dalam kekuasaan penuh Kerajaan Gowa-Tallo, mereka mengajak semua kerajaan taklukan untuk berdagang di Makassar (di sekitar Benteng Rotterdam). Sehingga Bandar Makassar tampak seperti Ibukota dari Kerajaan Gowa-Tallo. Namun Pusat pemerintahan yang sebenarnya berada di Benteng Somba Opu.

Sejak September 1605, Agama Islam mulai menyentuh kerajaan di Sulawesi dengan kehadiran Khatib Dato Ri’ Bandang dari Minangkabau. Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin serta Mangkubumi Raja Tallo Karaeng Katangka di Islamkan dan Pada Tanggal 9 November 1607, Sholat Jumat pertama dilakukan di Mesjid Tallo dan Mesjid Mangallekana (somba opu) yang kemudian juga dijadikan sebagai hari kelahiran Kota Makassar.

Pemerintahan Zaman Kolonial

Pada Periode Perang Makassar tahun 1669, Kerajaan Gowa-Tallo diwakili oleh Raja Gowa XVI Sultan Hasanuddin, menandatangani Perjanjian Bongaya yang diajukan oleh VOC untuk menghentikan perang besar yang terjadi selama 3 tahun. Perjanjian itu memutus kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo dan kemudian menjadi titik baru dalam pengelolaan Bandar Makassar. Benteng Somba-opu dihancurkan agar Kerajaan Gowa-Tallo tidak lagi memiliki basis perlawanan dan semua urusan kekuasaan di alihkan oleh VOC ke benteng Fort Rotterdam. Kota Makassar di anggap bukan lagi sebuah kota tapi hanya “pos” perdagangan.

Tahun 1846, VOC bangkrut dan Bandar Makassar di ambil alih oleh pemerintah Belanda. Pelabuhan makassar kembali dibuka untuk umum dan menggiatkan kembali kehidupan perkotaan pada masa itu.

(Gambar Pasar Sentral awal tahun 1900-an)

Pemerintahan Zaman Kemerdekaan

Makassar dijadikan sebagai pusat pemerintahan kolonial Indonesia Timur. Karena ekonominya berkembang dengan pesat. Penduduk Makassar dalam kurun waktu itu meningkat sebanyak tiga kali lipat, dan wilayah kota diperluas ke semua penjuru. Hingga akhirnya dideklarasikan sebagai Kota Madya pada tahun 1906.

Dibawah Pemerintahan Republik Indonesia Pada Tahun 1971, Nama Makassar diubah menjadi Ujungpandang yang kemudian Pada tanggal 13 Oktober 1999 kembali diubah menjadi nama yang sebelumnya yaitu Makassar.

Demikianlah Sejarah Kota Makassar dari Masa ke masa yang harus diketahui sebagai wawasan sejarah dan kebangsaan. semoga bermanfaat. Untuk Download Tugas Sejarah Kota Makassar Pdf bisa di download disini.